Desa Panggih, yang terletak di jantung sejarah Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, kini tidak hanya dikenal karena kekayaan situs sejarahnya seperti Petilasan Hayam Wuruk. Di tengah lestarinya tradisi pembuatan bata merah dan pertanian, desa ini mulai bersolek dengan sentuhan teknologi modern untuk meningkatkan taraf hidup dan ekonomi warganya.
Transformasi Menuju Desa Digital
Langkah paling nyata dalam adopsi teknologi di Desa Panggih adalah peluncuran
Website Resmi Desa Panggih. Platform ini berfungsi sebagai pusat informasi layanan publik yang transparan, sekaligus etalase digital untuk mempromosikan potensi lokal ke khalayak luas. Digitalisasi ini sejalan dengan visi Kabupaten Mojokerto dalam mendorong desa-desa untuk melek IT guna mempercepat akses informasi dan pelayanan administratif.
Teknologi Digital untuk Pariwisata dan Ekonomi
Sebagai bagian dari upaya pengembangan potensi desa, teknologi digital mulai diterapkan dalam pengelolaan pariwisata. Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan pariwisata berbasis digital di area Petilasan Hayam Wuruk. Inovasi ini bertujuan untuk:
- Pemasaran Global: Memperkenalkan situs sejarah Desa Panggih melalui platform digital agar menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.
- Sistem Layanan Mandiri: Mempermudah akses informasi pengunjung mengenai sejarah dan fasilitas desa melalui perangkat seluler.
- Pemberdayaan BUMDes: Pemerintah Desa Panggih berencana mengaktifkan unit usaha di bawah naungan BUMDes yang didukung oleh sistem manajemen modern